Dear Mas GZS^^

IMG_6206

12 Feb Dear Mas GZS^^

Hallo Mas GZS.. Kkk.

Hhmm.. H-3 status kita bakal berubah, jadi suami-istri.
Belum genap 4 bulan lho kita kenal, apalagi ‘jadian’ hihi..

Tapi terimakasih, udah ‘nembak’ aku dengan cara yang sangat unik. Baru kali ini ada yang ‘nembak’ tapi sekaligus harus ‘siap’ jadi istri di tahun 2015.
Pernyataan, permintaan yang ngebuat aku berpikir ulang..

Yaph, berpikir ulang tentang rencana kehidupan aku yang aku udah tata sedemikian rupa sebelum ketemu kamu.
Berpikir ulang tentang kata ‘menikah’, kata yang sangat-sangat aku hindari sejak aku tingkat akhir (gimana gak menghindar, sejak kuliah tingkat akhir pasti ditanyanya “kapan lulus? kapan nikah?”, dari jawab becanda sampe jawab dengan senyuman yang dipaksa manis haha..).
Berpikir ulang tentang arti dari menikah itu sendiri (jujur, dulu saking takutnya, pernah bilang ke ibu,
“apa gak usah nikah aja ya, bu?” >.<) dan coba tanya diri sendiri.

Dulu, rencana aku lurus-lurus aja. Selesaikan S2 di tahun 2016, pulang ke Indonesia, harus dapat pekerjaan sebelum 2017, 2017 nabung untuk nikah dan cari calon yang pas, lalu 2018 menikah dan punya anak. Sesimpel itu.
Dulu juga aku berpikir aku tidak akan menikah sebelum S2 aku selesai, karena dalam planning hidup aku, aku nggak mau kerja ataupun kuliah saat sudah punya suami. Aku mau 100% menjalankan peran sebagai istri, sebagai ibu rumah tangga. Karena sebaik-baiknya & seberat-beratnya pekerjaan wanita adalah sebagai ibu rumah tangga yang baik untuk suaminya dan anak-anaknya.

Alasan lainnya, aku terlalu takut untuk menikah. Aku selalu bertanya pada ibu aku, “Apa sih Bu, enaknya menikah selain halal dan punya anak?” atau “Emang gak bosen Bu? Liat muka ayah dari bangun tidur sampe mau tidur lagi?” pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang aku sering ungkapkan.
Aku juga takut kalau suatu saat menikah, aku nanti dikhianati. Keluarga aku keluarga baik-baik, Ayah-ibu aku setia satu sama lain, tapi melihat angka perceraian yang sangat tinggi di Indonesia, anga perselingkuhan yang tinggi, pergaulan yang semakin ‘aneh’, wanita-wanita ‘liar’ yang sekarang sudah tidak pandang bulu melihat pria menikah atau tidak tetap di pepet, dan banyak hal lainnya tentu saja membuat aku takut.

Lalu aku juga berpikir, bagaimana keuangan nanti setelah menikah? Sedangkan aku ingin tetap memilih tidak bekerja dan mengurus keluarga 100%. Apakah kebutuhan kita bakalan tercukupi jika hanya dari suami?
Ada juga ketakutan kalau nanti setelah menikah, aku tidak boleh dekat dengan keluargaku. Bagi aku, aku ingin tetap dekat dengan keluarga aku. Walaupun aku mengerti, ketika menikah semua keputusan harus diputuskan berdua dengan suami, bukan dengan keluarga lagi. Tapi jika sekedar dekat, bercanda bersama, jalan bersama? Apakah boleh seperti itu? Aku takut ketika menikah banyak larangan dari suami.

Masih banyak ketakutan-ketakutan lainnya.

Tapi..
kamu ngerubah semuanya dengan sekali hentakkan. Aku harus merancang ulang rencana hidup aku, menikah 2015 dan tetap melanjutkan S2 aku sampai lulus, dan punya anak di tahun 2016. Kamu juga dengan mudahnya menjawab semua ketakutan-ketakutan aku. Bukan, bukan dengan menjawab. Tapi dengan diskusi yang sangat santai. Seperti ketika kita berbicara tentang rumah masa depan di salah satu coffeshop. Kamu selalu bisa membuat aku berpandangan positif kedepan. Walaupun aku selalu bertanya, “Kalau nggak bisa gimana?”. Kamu selalu punya jawaban yang menenangkan.

Singkatnya, kamu berhasil membuat aku mempunyai pikiran bahwa pernikahan itu sesuatu yang indah, yang bisa kita jalanin bersama, tidak semenakutkan pikiran-pikiran aku dulu, membuatku merasa ‘mudah’ untuk berjalan bersama kamu hingga tua nanti. Walaupun aku tahu, pasti akan banyak rintangan kedepannya. Tapi kamu selalu membuat semuanya menjadi ‘mudah’.

Terimakasih, calon suamiku.

Semoga kamu bisa selalu memimpin aku untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dunia & akhirat.^^

Tags:
,
1Comment
  • vinky primasari
    Posted at 07:10h, 13 February Reply

    Manusia cuma punya rencana, namun semua Allah juga yg menentukan… Tapi yakinlah bahwa rencana Allah selalu lebih indah

Post A Comment