Song for You (Chapter 6)

IMG_6205-3

10 Jun Song for You (Chapter 6)

Author: nha_wina

Title : Song for You (Chapter 6)

Cast :

  1. Kim Jong Woon (Yesung)
  2. Shayna
  3. Member SJ
  4. Park Tae Min

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-15

Length : Chapter

Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author http://nhawina.com

Selamat menikmati..

09.00 Gedung KBN, Acara Musik YS, Backstage

“Sudahlah masuk saja. Mulai hari ini kau harus selalu menurut padaku. Aku tidak ingin nappeun namja itu melukaimu lagi chagiya.”

Saat ini Siwon dan Shayna sedang di depan pintu ruang yang disediakan untuk Super Junior. Siwon masih membujuk Shayna agar menurut padanya. Mulai dari melarang Shayna kuliah dan kerja untuk hari ini. Ya, hari ini Siwon hanya ingin Shayna ada didekatnya, agar perasaannya tenang setelah kedatangan Tae Nim tadi pagi. Shayna terpaksa menurut pada oppa kesayangannya itu. Sebenarnya ada perasaan senang saat Siwon menyuruhnya mengikuti aktivitas Suju hari ini. Dengan begitu ia bisa puas menatap idolanya, Yesung.

Siwon memperhatikan raut wajah Shayna yang terlihat bimbang. “Ayo kita masuk.” Siwon menarik paksa tangan Shayna.

Saat Siwon dan Shayna masuk, semua member sedang bersiap-siap untuk tampil tanpa ada yang sadar dengan kehadiran mereka. Eunhyuk dan Shindong sedang mengobrol seru, entah tentang apa. Sungmin dan Donghae sedang latihan bernyanyi sambil menari sedikit-sedikit. Heechul, Leeteuk dan Kangin duduk berdekatan, tetapi sibuk dengan handphone masing-masing.

Mata Shayna mencari Yesung dalam diam. Siwon menahan tawanya melihat mata Shayna yang bergerak seperti mencari sesuatu. Ia tahu siapa yang dicari Shayna. Sudah sejak lama ia ingin mengajak Shayna seperti ini. Akhirnya saat-saat yang ia inginkan itu tercapai hari ini. Disudut ruangan terlihat Kyuhyun dan Ryeowook yang sedang berganti pakaian. Tiba-tiba pintu dari ruangan kecil disebelah Shayna terbuka. Membuat Shayna dan Siwon menengok. Shayna hanya bisa membelakkan matanya melihat Yesung keluar dari kamar mandi.

Shayna POV

Astaga! Yesung oppa keluar dari ruangan disebelahku yang ternyata kamar mandi. Dan.. tanpa menggunakan baju atasnya. Ya Tuhan.. Ia bertelanjang dada!! Aku tidak dapat bergerak. Tidak dapat berkata apapun. Wajah Yesung oppa terlihat memerah, begitu pula dengan wajahku. Tiba-tiba mataku ditutup, aku tidak dapat melihat sama sekali. Gelap.

YA YESUNG HYUNG!” teriakan kencang Siwon oppa memekakkan telingaku. Ternyata ia yang menutup mataku dengan tangan raksasanya.

Kudengar suara gaduh dari belakangku. Siwon oppa melepaskan tangannya. Akhirnya aku bisa melihat lagi. Ternyata para member sudah ada di sekitar aku dan Siwon oppa. Tetapi tidak ada Yesung oppa. Mungkin ia sedang memakai pakaiannya sekarang. Sayang sekali. Omona.. apa yang aku pikirkan? Hahaha…

Shayna-ya! Kau disini? Bukankah kau bilang ada kuliah jam 10 nanti?” tanya Heechul oppa dengan semangat.

Sekarang aku, Heecul oppa, Leeteuk oppa, Shindong oppa, Kangin oppa dan Ryeowook oppa sedang duduk manis di sofa-sofa yang tersedia. Donghae oppa, Sungmin oppa, Kyuhyun oppa dan Eunhyuk oppa sedang berlatih vokal dan tarian yang akan mereka tampilkan nanti.

Aku menggaruk kepala yang tidak gatal. “Eoh. Seharusnya aku kuliah Heechul oppa. Tetapi sepertinya sifat over protective seseorang sedang kambuh setelah kejadian tadi pagi.” Jawabku seenaknya sambil melirik namja yang sedang berpakaian sambil berjalan ke arahku, Siwon oppa. Siwon oppa dan oppadeul hanya tertawa mendengar penyataan asalku.

Siwon oppa duduk disebelahku. “Aku yang memaksanya untuk kesini hyung. Dan dia akan ada diantara kita hari ini. Tidak apa-apa kan Leeteuk hyung? Aku sangat takut namja gila itu benar-benar akan kembali lagi untuk menyakiti Shayna.”

Leeteuk oppa yang ada di sebelah kananku mengangguk sambil memamerkan dimple nya. “Tentu saja. Tenang saja Siwon­-ah. Aku akan ikut menjaga Shayna. Sejak pertama kali melihatnya aku merasa ia seperti adikku sendiri.” Ujar Leeteuk oppa sambil mengacak pelan rambutku.

“Aku juga akan ikut menjaga Shayna dari pria tidak waras tadi.” Kyuhyun oppa, Ryeowook oppa, dan Kangin oppa menatapku dengan hangat dan disambut senyuman lebar Siwon oppa.

Donghae oppa, Shindong oppa, Sungmin oppa, Eunhyuk oppa, dan Heechul oppa pun ikut mengiyakan. Ya Tuhan, member Suju benar-benar berisi namja yang seperti Superman untukku.

Gomawoyo oppadeul.” Aku berdiri dan membungkukkan badanku, sangat berterimakasih pada mereka semua.

Ne, nado gomawoyo hyungdeul, dongsaengdeul.” Siwon oppa ikut mengucapkan rasa terimakasihnya.

“Ah.. Aku juga pasti akan ikut menjaganya Siwon-ah.” Suara berat di belakangku membuatku merinding. Kurasakan tangannya yang kemarin ini ramah mengusap kepalaku, sekarang sedang mengacak rambutku. Aku tidak bisa bergerak, jantungku berdetak semaunya, aku tidak bisa berbalik menghadap belakang.

Kudengar helaan nafas dari Siwon oppa. “Hahaha.. Terima kasih Yesung hyung. Dia sudah banyak merepotkanmu kemarin ini. Mungkin kedepannya ia akan lebih merepotkan mu dan member lainnya.”

Yesung oppa tertawa pelan dan berjalan untuk duduk dihadapanku. Mata elangnya menatapku lembut. “Gwenchana Siwon-ah. Aku senang direpotkan olehnya.” Katanya sambil tersenyum.

Wajahku memerah seketika. Siwon oppa membekap mulutnya sendiri untuk menahan tawanya karena melihat perubahan wajahku. Semua member hanya saling pandang. Kulihat Kyuhyun oppa dan Ryeowook oppa saling melirik dan tersenyum. Ya Tuhan aku ingin mati sekarang juga!

AUTHOR POV

Super Junior sedang tampil saat ini. Shayna melihat penampilan mereka dari belakang panggung. Sudah sering ia melihat aksi Super Junior, tetapi dari bangku penonton. Shayna merasa jauh lebih dekat saat melihat dari belakang panggung seperti ini. Seperti biasa, mata indahnya terus mengikuti kemanapun Yesung bergerak. Ya, walaupun di panggung ada 11 namja tampan, sejak duu mata Shayna hanya melihat Yesung. Membuat Siwon sempat kesal setengah mati, karena adiknya sendiri tidak memperhatikannya.

Tanpa sadar, orang yang sejak tadi ia perhatikan sudah ada di depan matanya dan mengambil minuman yang dipegang Shayna dengan santainya. Shayna terhenyak melihat Yesung yang berkeringat sudah ada didepannya dan meminum minumannya. Para member lain sudah berjalan mendahului mereka masuk ke ruangan, tidak menyadari keberadaan Shayna yang menonton mereka di belakang panggung bersama para staff.

“Mengapa tidak duduk di ruang ganti dan menonton kami dari sana saja Shayna-ya?” tanya Yesung sambil berjalan ke arah ruang ganti.

Shayna mengikutinya sambil berlari kecil agar dapat menyamai langkah lebar Yesung. “Aku.. Eum.. Hanya ingin melihat kalian secara live saja.”

Yesung menoleh pada gadis di belakangnya dan berjalan pelan-pelan agar Shayna tidak perlu berlari kecil untuk menyamai langkahnya.“Eoh. Apakah penampilan kami bagus?”

Shayna membuka pintu ruang ganti dan mengangguk pelan. “Kalian selalu menampilkan yang terbaik oppa.”

Shayna dan Yesung melihat para member yang sepertinya sedang berdiskusi serius, mereka ikut bergabung, tetapi diskusi yang tadi terlihat langsung terhenti begitu mereka datang. Siwon berada di pojok ruangan terlihat sedang menelepon seseorang. Raut wajanya terlihat kesal.

“Jadi tidak bisa pindah hari ini? Aish.. Baiklah kalau begitu. Pindahkan saja barang-barangnya segera dan aku harap lusa kau sudah benar-benar selesai merapihkan semuanya.” Siwon menghela nafas dengan kasar dan bergabung dengan teman-temannya dan Shayna.

Waegurae oppa?” tanya Shayna memecah keheningan.

Mianhae, kau tidak bisa pindah apartemen hari ini Shayna-ya. Mereka belum selesai menyiapkan semuanya.”

Mata besar Shayna semakin membesar mendengar pernyataan Siwon. “Mwo? Pindah? Kau benar-benar.. Sejak kapan aku bilang aku mau pindah apartemen Choi Siwon-sshi?” Shayna sangat marah sehingga tidak mau menyebut Siwon dengan panggilan oppa. Tanpa sadar ia membentak Siwon. “Aku akan menuruti kata-kata mu! Tapi tidak dengan pindah. Kau tahu aku disana sejak SMA. Kau..”

Siwon yang mengawali harinya dengan emosi yang kacau karena Tae Nim, dilanjutkan dengan apartemen yang ia siapkan secara mendadak untuk Shayna tetapi belum selesai pun semakin kesal dengan bentakan Shayna. Apalagi saat ini di depan teman-temannya. “Aku tahu! Tapi aku tidak akan membiarkanmu tinggal disana. Di tempat yang sudah diketahui Tae Nim! Bahkan ternyata kau belum mengganti password apartemenmu sejak kejadian beberapa minggu yang lalu. Namja itu hafal kode apartemenmu dan kau tidak menggantinya! Bagaimana jika ia menyelinap malam-malam? Aku melakukan ini agar pria gila itu tidak dapat menyentuhmua satu milimeterpun!” Siwon terlihat lelah. Ia hanya ingin melindungi adik kesayangannya. Tidak lebih.

Shayna menahan air matanya. Ia sudah ingin menangis sejak tadi pagi. Suaranya bergetar. “Keureyo. Jika itu masalahnya, aku akan mengganti password apartemenku.Jadi aku tidak perlu…”

Siwon berdiri dan menarik tangan Shayna agar gadis mungil itu berdiri menatapnya. “Ani. Tidak sesimpel itu Choi Shayna.” Siwon melihat mata Shayna yang sudah berkaca-kaca. Ia paling benci melihat dirinya yang emosi dan membuat Shayna menangis. Tetapi ia tidak mau mengalah dalam hal ini. Ia benar-benar tidak mau melihat Park Tae Nim datang lagi dalam kehidupan Shayna.

“Kau tahu? Aku tidak akan mengalah kali ini. Aku berbuat seperti ini agar tidak ada anggota keluarga lain yang tahu. Cukup kau dan aku. Itupun kalau kau masih ingin melihat namja itu hidup. Dan juga, itupun kalau kau memang masih ingin berada disini. Di Korea.” Ancam Siwon dengan tatapan serius yang belum pernah dilihat Shayna sebelumnya.

Air mata Shayna pun tidak dapat terbendung lagi. “Mwo? Apa maksudmu?” bisik Shayna dengan suara serak.

Siwon melepaskan tangan Shayna dan memalingkan mukanya. Ia tidak ingin melihat Shayna yang berlinangan air mata karena dirinya. “Semua keluarga tahu tentang kejadian beberapa minggu yang lalu. Namja gila itu yang berbicara langsung pada kakakmu, Min Ho hyung. Aku menahan appa mu untuk datang ke Korea dan menghabisinamja itu sekaligus membawamu bersama appa mu. Semua terkendali hingga saat ini. Tetapi, jika kejadian tadi pagi terdengar oleh Min Ho hyung, keluargamu maupun keluargaku, aku tidak akan menjamin nyawa namja itu lagi. Aku juga tidak akan menjamin kau tetap berada di Korea.”

“Jadi kau akan melaporkan kejadian tadi pagi?” tanya Shayna lagi.

Siwon menatap tajam Shayna. “Eoh. Jika kau tidak menuruti perkataanku untuk beberapa waktu kedepan. Hanya sampai ia menyerah untuk mengganggu hidupmu Shayna-ya. Sekeras apapun kau menolak, aku akan tetap melakukannya, karena barang-barang di apartemenmu sudah mulai diangkut ke apartemen yang baru.”

Shayna menatap Siwon dengan pandangan yang sulit diartikan. Antara marah, kesal, sayang, berterima kasih, dan perasaan lainnya yang tercampur aduk. Ia pun memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. Siwon hanya dapat menatap punggung Shayna yang sudah menghilang di balik pintu. Namja tampan itu duduk dan mendapati 10 pasang mata yang menatapnya dengan tajam.

“Kau berlebihan Siwon-ah.” Ujar Yesung dengan dingin.

Siwon mengangguk lemas. “Ne. Aku tahu itu hyung. Aku hanya ingin melindunginya. Kau tidak akan pernah tahu apa yang ada dibalik pikiran jahat Park Tae Nim.”

Leeteuk menepuk pelan bahu Siwon. “Tetapi bukan seperti ini caranya.”

“Aku akan berangkat ke Eropa untuk pemotretan dan syuting selama hampir satu bulan, mulai minggu depan. Aku membelikan apartemen untuk Shayna tepat disebelah dorm lantai 11, hyung. Ketika kalian berkata akan menjaganya, aku sangat senang dan kupikir, jika Shayna tinggal di dekat kalian, ia tidak akan kesepian karena aku tidak ada untuknya sebulan kedepan. Aku akan tenang pergi ke Eropa jika mengingat ada 10 namja yang siap menjaga Shayna-ku.” Jelas Siwon sambil memijat kepalanya yang terasa pening.

“Tetapi apartemen baru itu belum siap untuk Shayna tempati. Sedangkan barang-barang di apartemen Shayna sudah mulai dipindahkan. Shayna juga tidak mungkin menginap di tempatku, karena setelah acara kita nanti sore, aku ada syuting di Busan. Ia juga tidak akan mau jika menginap di tempat kakaknya.” Lanjut Siwon tanpa jeda.

“Dia juga tidak mungkin menginap di dorm kita lagi, kan?” sahut Shindong.

“Aku akan membawanya ke rumahku. Ia bisa tidur dengan eommaku. Eomma pasti mengizinkan dan senang. Kalian tahu beliau sangat menginginkan anak perempuan, bukan?” sahut Yesung dengan santainya.

Senyuman pun terukir di wajah tampan seorang Choi Siwon. “Ide bagus, hyung! Gomawo Yesung hyung!”

TBC

No Comments

Post A Comment