My All is in You (Chapter 9)

IMG_6199

17 Jun My All is in You (Chapter 9)

Author: nha_wina

Title : My All Is In You (Chapter 9)

Cast :

  1. Kim Jong Woon (Yesung)
  2. Lee Shayna
  3. Kim Ji Hyeon
  4. Member SJ

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-15

Length : Chapter

Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author nhawina.com

Selamat menikmati..^^ Jangan lupa komen dan sarannya ya.. 

Apartemen Yesung & Shayna

Sudah hampir setengah hari Yesung hanya mondar-mandir di ruang tengah apartemennya. Ia pikir ia akan menemukan Shayna ketika ia sampai di apartemen. Ya, ia berusaha menyusul Shayna yang pergi dari dorm Suju tadi siang, iapun memutuskan untuk ke apartemennya. Namun hasilnya nihil, Shayna tidak ada di apartemen dan sampai saat ini gadis itu belum menampakan batang hidungnya, yang Yesung temukan hanyalah mobil Shayna yang terparkir seperti biasa di basement apartemen.

Pria berambut hitam itu mengacak rambutnya, mencoba mengabaikan keinginannya untuk menghubungi Shayna. Ia merasa bersalah sudah berkata kasar pada Shayna karena ia kelewat cemburu. Namun entah mengapa gengsinya semakin tinggi sejak ia dan Shayna menikah. AKhirnya Yesungpun memberanikan diri untuk menelepon Bundanya Shayna. Ia berusaha sabar hingga Nyonya Lee mengangkat teleponnya. Sapaan hangat yang biasa didapatkan Yesung dari Nyonya Lee membuat Yesung sedikit lebih rileks.

“Jong Woon-ah, ada apa? Kau baik-baik saja?” panggil Nyonya Lee untuk kesekian kalinya.

Yesung tersadar, “Ya, aku baik-baik saja, Bunda. Aku merindukan Bunda dan Appa. Maaf aku belum sempat mengunjungi kalian lagi.”

Terdengar suara tawa Nyonya Lee, “Tidak apa-apa Jong Woon-ah. Aku tahu kau sibuk dengan jadwalmu. Shayna selalu bilang pada kami setiap ia berkunjung. Ah, baru saja ia pulang. Mungkin sekitar 20 menit lagi kau bisa berangkat ke Seoul Station untuk menjemputnya, Jong Woon.”

Yesung masih belum bisa mencerna kata-kata Nyonya Lee, pikirannya terbagi-bagi saat ini. “Ne?”

“Shayna bilang kau akan menjemputnya di Seoul Station. Apakah kau tidak bisa menjemputnya, makanya kau menelepon kesini?” tanya Nyonya Lee khawatir.

“Ah.. Aku.. Aku memang ingin bertanya apakah Shayna sudah pulang. Karena sepertinya ponsel dia mati. Aku memang akan menjemputnya, Bunda.” Sahut Yesung cepat.

Nyonya Lee menghela nafas panjang. “Baguslah, kalian baik-baik saja kan? Sudah hampir satu bulan pernikahan kalian. Aku khawatir. Tapi, aku yakin padamu, Jong Woon-ah. Aku yakin kau bisa membahagiakan putriku satu-satunya. Aku titipkan ia padamu, ya?”

Yesung yang mendengar kata-kata Nyonya Lee memejamkan matanya, menahan sesak di dadanya. “Tentu saja, Bunda. Aku.. Aku akan selalu menjaganya.”

“Terimakasih, Jong Woon.” Kata Nyonya Lee, terdengar lega. “Baikah, aku..”

“Bunda, aku.. “ Yesung memotong kalimat Nyonya Lee, namun ia sendiri bingung untuk mengungkapkan perasaannya saat ini.

“Kenapa?” tanya Nyonya Lee akhirnya setelah jeda beberapa saat.

Yesung menghela nafasnya, “Terimakasih sudah melahirkan Shayna. Aku sangat menyayanginya..” Pria itu terdiam beberapa saat, tampak meresapi kata-katanya sendiri, lalu ia menggeleng perlahan, “Ani, Aku.. Hmm.. Aku pikir aku sudah mencintainya.”

Yesung dan Nyonya Lee sama-sama terdiam, Nyonya Lee menangkap ketulusan Yesung saat ini, menangkap keresahan Yesung yang entah mengapa begitu terdengar menyesakkan. Ingin rasanya ia bertanya pada menantunya, masalah apa yang sedang ia dan Shayna hadapi. Namun lidahnya terasa kelu.

“Aku siap-siap menjemput Shayna dulu, Bun. Anyeong.” Pamit Yesung akhirnya.

Seoul Station

Yesung berdiri di dekat pintu masuk yang biasa dilalui penumpang yang baru pulang dari Cheonan. Ia memakan masker dan topi. Matanya mencari-cari keberadaan Shayna. Akhirnya ia melihat gadis itu. Dengan tergesa ia menghampiri gadis itu. Namun langkahnya terhenti saat melihat sosok yang sangat ia kenal berdiri disebelah Shayna. Ya, Kyuhyun sudah lebih dulu menjemput Shayna. Walaupun namja itu menyamar, Yesung tetap dapat mengenali Kyuhyun.

Lagi-lagi dadanya terasa sesak. Ia sangat tidak suka melihat Kyuhyun yang mengacak rambut Shayna. Ia tidak suka melihat Shayna yang tertawa dan memandang Kyuhyun dengan mata indanhnya. Ia bahkan benci melihat tas Shayna dibawa oleh Kyuhyun.

Ketika Kyuhyun dan Shayna lewat dekatnya -tanpa menyadari keberadaan Yesung-, Yesung menarik tangan Shayna dan berlari membawa Shayna pergi. Sesaat Kyuhyun terkejut, namun tersenyum saat menyadari siapa sosok yang tiba-tiba menarik Shayna.

Kim Jong Woon POV

Aku sudah tidak tahan melihat kedekatan Kyuhyun dan Shayna. Rasanya aku ingin meneriaki Kyuhyun di depan semua orang di Seoul Station untuk menjauhi istriku. Ya, istriku. Lee Shayna. Yeoja yang sanggup membuatku seakan tidak bisa bernafas hanya karena namja lain mengacak rambutnya. Hanya karena namja lain membawakan tasnya.

Setelah tadi sempat memberontak, gadis disebelahku diam saat melihat tatapan mataku. Aku ingin mengucapkan sesuatu yang menenangkannya, namun lidahku terasa kaku. Aku gugup. Ya, jantungku berdegup kencang seperti saat pertama kali bertemu dengannya, belasan tahun yang lalu. Bedanya, aku sekarang tidak berdaya menghadapi debaran jantungku.

Perjalanan ke apartemen kami dilalui dengan diam. Sungguh aku sendiri tidak mengerti bagaimana cara mengekspresikan perasaanku sekarang. Semuanya terasa sangat mendadak. Sesampainya kami di apartemen, Shayna melangkah menuju kamarnya, lalu keluar lagi dan menuju dapur. Sedangkan aku seperti orang linglung yang hanya diam di ruang tengah.

Oppa, apakah kau sudah makan malam?” tanyanya ringan.

Ia sudah berganti baju, mengenakan celana pendek kesayangannya sejak ia SMA, dan kaos longgar pemberianku saat aku menjadi trainee di SM. Rambutnya dikuncir dan menampakkan leher indahnya. Gadis dihadapanku terlihat sangat santai. Ya, seperti tidak ada masalah. Ku tatap dalam matanya. Sekarang aku tahu. Kilatan matanya yang sakit sekarang terlihat dimatanya walapun sedikit. Tidak kusangka, ia sangat pintar dalam menyembunyikan perasaannya. Atau aku yang sangat tidak peka?

Shayna menatapku, menunggu jawabanku, akupun menggeleng. Ia hanya tersenyum dan mulai memasak, meninggalkanku yang diam terpaku menatap punggung mungilnya.

“Kenapa Kyhuyun? Kenapa ponselmu dimatikan?” Bodoh! Mulutku seperti bergerak sendiri dan mengucapkan apa yang aku risaukan. Tapi dari sekian hal yang aku pikirkan, kenapa malah kata-kata itu yang keluar? Sial!

Kulihat Shayna menoleh sesaat, kulihat ia menghela nafas, mungkin sudah lelah menghadapi aku yang emosian selama sebulan ini. “Batrai ponselku habis saat aku dalam perjalan ke Cheonan, oppa. Mianheyo.” Jawab Shayna dengan suara lembutnya.

“Lalu kenapa Kyuhyun bisa..”

“Sejak kita menikah tanggal 5 April kemarin, kau tinggal dirumah ini hanya sampai tanggal 7 pagi oppa. Selebihnya kau tinggal di dorm sampai hari ini, tanggal 25 April. Selama itu, setiap weekend aku selalu mengunjungi orangtua kita. Selama itu juga, Kyuhyun dan Siwon oppa sering kesini, namun aku selalu berasah menghindari mereka. Mereka seakan tahu begitu saja jadwalku, termasuk saat weekend, dimana aku selalu mengunjungi orangtua kita pada jam yang sama setiap minggunya.” Jelas gadisku panjang lebar.

Aku hanya dapat tercenung mendengar penjelasannya. Selama itukah aku menghindarinya? Dua minggu lebih? Bahkan tanggal 30 besok aku sudah harus meninggalkannya untuk Super Show 6 di Singapur dan Jakarta. Baiklah, setidaknya ada waktu 4 hari untuk memperbaiki ini semua, bukan?

Shayna menata meja makan serapih mungkin, lalu menyiapkan hasil masakannya. Aku dan Shayna duduk berhadapan. Pertama kalinya kami makan bersama sejak menikah. Ya Tuhan, kenapa aku menyia-nyiakannya selama hamper tiga minggu ini? Kami makan dalam diam, sesekali aku menatapnya, sedangkan gadis cantik dihadapanku seakan terfokus pada bulir-bulir nasi di atas piring.

“Shayna, aku..”

Swilsae eobsi bappeun haru geu teum sogeseo

Jansangi doeeo bureooneun ne hyanggireul mateul ttaemyeon

Neol saranghae neol saranghae

Neol ango malhago sipeo

Potongan lagu Mid-Season terdengar dari ponselku. Menandakan ada panggilan masuk. Ah, Leeteuk hyung. Seingatku, hari ini dan besok tidak ada latihan. Tapi aku tetap mengangkatnya. Entah mengapa firasatku buruk.

“Cepat kesini. Banyak yang harus kau klarifikasi!” bentak Leeteuk hyung dengan dingin, ia menutup sambungan, bahkan aku belum sempat mengatakan apapun.

Aku menatap Shayna yang terdiam menatapku bingung. Aku mencoba tersenyum, “Leeteuk hyung memintaku untuk menemuinya di dorm sekarang juga. Bersiaplah. Kita pergi bersama.” Kataku sambil menyuap beberapa sendok nasi dan lauk yang sudah Shayna siapkan.

Shayna hanya mengangguk dan berlari kecil menuju kamarnya untuk bersiap. Tak sampai 15 menit kami sudah berada dalam perjalanan menuju dorm.

Dorm SJ

Author POV

Aura mencekam sangat terasa saat Yesung dan Shayna membuka pintu dorm. Yesung tampak terkejut saat melihat semua member Super Junior –minus Kyuhyun, Siwon, Sungmin, Heechul dan Kangin-, Prince Manager, dan Lee So Man. Ya, petinggi SM itu ada di dorm Suju untuk pertama kalinya. Lalu ada Ji Hyeon dan Park Jun Ho sebagai petinggi di Hits Management, agensi yang menaungi Ji Hyeon.

Donghae dan Ryeowook menghampiri Shayna yang terlihat sangat bingung dan takut. Mreka menggiring Shayna untuk duduk didekat mereka. Yesung masih berdiri dan menatap semuanya dengan bingung. “Ada apa? Apa yang harus aku klarifikasi?” tanyanya to the point.

Lee So Man melempar kertas-kertas yang sepertinya draft untuk berita besok. Yesung memicingkan matanya, diantara sekian banyak kertas ia menangkap salah satu judul berita “Artis Terpopoler saat ini, Kim Ji Hyeon, sedang mengandung anak dari calon suaminya, KJW!”

Sekilas Yesung baca isinya, KJW adalah inisial nama aslinya, dan jelas-jelas di dalam isi berita tersebut disebutkan bahwa KJW adalah salah satu anggota boyband dari SM Entertaiment. “APA INI?” teriaknya sambil mengacungkan kertas-kertas tersebut pada Ji Hyeon yang sudah menangis dalam pelukan Park Jun Ho. “AKU BAHKAN TIDAK PERNAH MENYENTUHMU SEJAUH ITU KIM JI HYEON!” bentak Yesung.

“Kau menyentuhnya di dorm, tepatnya kamar kau dan Ryeowook, saat kalian mabuk, sebelum Ji Hyeon mulai syuting untuk drama terbarunya itu. Dan ini bukti-buktinya.” Prince Manager menarik Yesung yang marah untuk duduk disebelahnya. Namja yang bertubuh atletis itu menyodorkan beberapa helai foto sebagai bukti. Terlihat Yesung yang bertelanjang dada, memeluk Ji Hyeon yang tidak mengenakan apa-apa. Hanya terttupi selimut tipis. Mereka tampak seperti selca. Bahkan diantar foto tersebut tampak mereka sedang berciuman.

“Lihat! Ini sebabnya aku selalu melarang kalian untuk membawa seorang gadis kedalam dom!” sahut Lee So Man. Wajahnya memerah menahan marah.

“Aku sengaja menyimpan foto-foto kita kalau-kalau aku hamil. Dan ternyata.. Kau malah menikah dengan wanita lain!” seru Ji Hyeon sambil terisak.

Wajah Yesung megeras, tidak ada rasa simpati untuk Ji Hyeon. Ia yakin aak dalam kandungan Ji Hyeon bukanlah anaknya. Dan ia yakin, ia tidak pernah menyentuh Ji Hyeon, bahkan setelah ia melihat foto-foto tersebut. Tapi ia tidak bisa membuktikannya. “Kau yakin anak itu bukan anak dari Park Gu Dong?”

PLAK!

Ji Hyeon menampar Yesung. Sedangkan Yesung hanya tersenyum miring. Semakin yakin dengan kata-katanya. Ia menangkap tatapan mata Ji Hyeon yang takut. Ia menangkap mimic wajah Ji Hyeon yang memerah bukan karena marah, tapi malu karena hampir ketahuan. Yesung sangat mengetahui sifat Ji Hyeon.

Lee So Man pun angkat bicara, “Kau harus klarifikasi ini semua, Kim Jong Woon. Aku beri waktu 3 hari, sebelum Super Show 6 di Singapur dan Indonesia.Kalau tidak, silahkan keluar dari Super Junior dan SM.” Katanya tegas. Pria berwibawa itupun keluar dari dorm, disusul Ji Hyeon dan Park Jun Ho.

“Demi Tuhan Yesung-ah. Kau sangat..”

“AKU TIDAK MELAKUKANNYA, HYUNG!” teriak Yesung pada Leeteuk.

“Kau yakin?” tanya Shindong.

Yesung terdiam. Ia yakin, tapi ia tidak punya bukti kuat untuk itu.

“Ini bahkan lebih parah dari kasusku dulu.” Kenang Eunhyuk sambil melihat foto-foto Yesung dan Ji Hyeon.

“Bagaimana dengan Shayna?” tanya Ryeowook pean, namun sanggup membuat hati Yesung terasa teriris. Yesung mengedarkan pandangan dengan khawatir, namun Shayna tidak tampak.

“Ia pulang. Diantar Donghae.” Wajah Yesung menggelap mendengar jawaban Eunhyuk.

“Saat melihat kertas-kertas berita sialan itu, Shayna pamit pulang padaku dan Donghae. Wajahnya terlihat sangat pucat, hyung. Aku dan Donghae memaksa dia agar kami antar pulang. Ia menolak dan keluar dorm. Namun Donghae menyusul dan sekarang mereka dalam perjalanan menuju apartemenmu.” Jelas Eunhyuk, takut melihat Yesung yang terlihat sangat frustasi.

“Kita rapat besok sore, saat yang lain sudah kembali ke dorm.” Kata Leeteuk sambil mengacak rambutnya kasar. Pusing karena ulah Yesung beberapa minggu ini.

Kamar Yesung dan Ryeowook

Yesung menghubungi orangtuanya. Ia menjelaskan semuanya sebelum keluarganya mendengar atau membaca berita esok hari. Tentu saja Nyonya Kim menangis mendengar cerita Yesung. Yesung meyakinkan orangtuanya bahwa ia tidak pernah menyentuh Ji Hyeon. Bersyukur keluarganya berusaha mempercayainya. Namja bermata sipit itu juga meminta orangtuanya untuk menghubungi orangtua Shayna. Dan menjelaskan semuanya.  Ia akan mengatakan hal yang sama pada media, namun jika tidak ada bukti kuat, bagaimana bisa media percaya pada kata-katanya?

TOK TOK TOK

“Masuk.” Seru Yesung dengan malas.

“Aku sudah mengantarkan Shayna. Ia aman. Tapi aku khawatir dengan keadaannya. Saat masuk rumah, ia langsung berlari menuju kamarnya dan aku mendengar tangisannya.” Lapor namja tampan dengan ambut kecoklatan, Lee Donghae. Mata namja itu bahkan sudah berkaca-kaca. Ya, Donghae perasaannya memang gampang tersentuh.

“Aku pikir.. Aku pikir kau perlu memberikan penjelasan pada Shayna, hyung. Baru kali ini aku mendengar tangisan yang sangat memilukan hatiku.” Kata Dongahae pelan.

Yesung mendesah dan menjambak rambutnya kasar, “Aku ingin pulang Hae-ya. Aku juga ingin memeluknya dan menenangkannya. Tapi dengan kondisiku yang seperti ini…. Aku takut malah menyakitinya. Aku takut berkata-kata kasar lagi padanya. Aku bahkan takut menghadapi diriku sendiri belakangan ini, Lee Donghae.”

“Aku yakin ia pasti bisa menungguku menjelaskan semuanya.” Kata Yesung lagi, setelah beberapa saat mereka terdiam. Donghae hanya mengangguk dan keluar dari kamar Yesung.

Esok Malam, Apartemen Yesung dan Shayna

Yesung membuka pintu apartemennya dengan kasar. Ia sudah menemukan titik terang tentang permasalahannya dengan Ji Hyeon. Namun yang membuatnya kesal, media sudah mulai memberitakan kehamilan Ji Hyeon. Bahkan inisial namanya dan foto kencannya bersama Ji Hyeon saat malam setelah ia dan Shayna menikah dipublikasikan. Walaupun wajahnya di samarkan. Tetapi ELFs sudah dapat menebaknya dengan mudah. Membuat Elfs sedih, kecewa dengan berita tersebut. Banyak netizen yang sudah mulai menghujatnya.

Dadanya sesak saat melihat Shayna tersenyum menyambutnya di ruang tengah. Gadis itu menghampiri Yesung, sedangkan Yesung malah melangkah mundur, entah kenapa. Shayna hanya menghela nafas panjang.

Oppa, tidak bisakah kau melihatku sekali saja? Hanya melihatku.. Sekali saja? Aku tidak memaksamu untuk  mencintaiku, oppa. Aku hanya ingin kau menatap diriku yang mencintaimu sekali saja. Mengharagai perasaanku, sekali saja. Hanya itu oppa. Tapi mungkin untuk hal semudah itu oppa tidak bisa. Ani.. tidak mau.” Shayna tersenyum lagi, lalu tertawa sumbang.

“Haha.. Aku sungguh bodoh bukan? Meminta hal yang seharusnya memang tidak boleh aku pinta?” ia terdiam beberapa saat, lalu tersenyum seperti tidak terjadi satu pun hal buruk padanya dan menatap Yesung kembali.

Yesung melihat setitik air mata di sudut mata gadisnya. Bibir mungilnya kembali mengeluarkan kalimat yang biasa dikatakan setiap Yesung pulang, “Ah, apakah kau lelah oppa? Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. Mandilah dulu, aku akan menyiapkan makan malam sekarang.”

Yesung menatap Shayna yang berlalu dengan pilu. Ia ingin menjelaskan semuanya pada Shayna saat sudah selesai. Saat bukti-bukti memang sudah terkumpul. Namja itupun melangkah berat menuju kamarnya. Kepalanya terasa berat, tanpa sadar Yesung tertidur di kamarnya, tanpa menyentuh makan malam yang Shayna sudah siapkan.

Yesung POV

Ponselku berbunyi nyaring, membuatku terjaga. Aku melihat sinar matahari yang masuk dari jendela kamarku. Ya Tuhan! Sudah pagi lagi. Dengan malas aku menjawab panggilan dari Leeteuk hyung.

“Yesung-ah! Cepat kemari! Kyuhyun sudah menemukan file dari CCTV kamarmu dan Ryeowook.”

“Bukankah CCTV dikamarku dan Ryeowook sudah rusak? Kemarin kau sendiri yang bilang, hyung.” Yah, si pintar magnae kami ternyata memasang CCTV di setap sudut dorm tanpa kami sendiri ketahui. Kemarin pagi sepulangnya ia dari acara bersama gadisnya. Oh! Jangan tertawakan aku! Aku sudah tau sekarang bahwa Kyuhyun mempunyai pacar bernama Rae Ya, teman sekolah Shayna dulu. Kyuhyun mentertawakan kebodohanku saat ia mengungkapkan kejadian sebenarnya. Ternyata ia, Siwon, Donghae, Ryeowook memang berusaha membuatku cemburu melalu si evil magnae itu. Sial!

Kembali lagi ke CCTV, Kyuhyun memang memasang CCTV disetiap sudut kamar. Namun, entah kenapa CCTV yang ada dikamarku dan Ryeowook ternyata rusak. Bahkan untuk dilihat data-datanya saja tidak bisa.

Kudengar jeritan Kangin dan Heechul hyung. “Yak! Kim Jong Woon! Cepat kesini! Aku senang melihat hasil rekaman CCTV pada hari kau menghamili Ji Hyeon. Hahaha..”

Kakiku serasa lemas. “Aku.. benar-benar..”

“Jangan dengarkan mereka, Jong Woon-ah. Atau lebih baik kita yang kesana, ya?”

Aku tidak menjawab apa-apa. Pikiranku sangat kalut sekarang. Aku juga tidak sadar kalau Leeteuk hyung sudah menutup saluran telepon. Aku tidak tahu berapa lama aku diam di kamar. DIposisi yang sama saat Leeteuk hyung meneleponku. Aku sangat syok sekarang. Namun aku terganggu dengan suara rebut diruang tengah apartemenku.

Aku membuka pintu kamarku, dan kutemukan Leeteuk hyung dan semua member Suju sudah ada di dalam apartemenku. Ah, pasti Shayna yang membukakan pintu.

Belum sempat aku melangkahkan kaki dari ambang pintu kamar, Ryeowook memelukku dan tertawa. “Hyung! Kau benar-benar tidak menghamilinya! Kau benar-benar tidak menyentuhnya sedikitpun!”

Aku tidak salah dengar, kan? Namun ekspresi sahabat-sahabatku memang terlihat senang. “Benarkah?” tanyaku sedikit tidak percaya.

“Ya! Ji Hyeon memang licik.” Sahut Shindong sambil membuka kulkas, mencari minuman mungkin.

Aku melihat Kangin dan Heechul hyung yang tertawa. “Tapi Kangin dan He..”

“Yak! Kami kekurangan satu kata tadi. Maksud kami adalah hari dimana KATANYA kau menghamili Ji Hyeon.” Potong mereka, lalu tertawa terbahak-bahak.

Aku merasa bersyukur sekali. Aku memeluk Kyuhyun, Ryeowook dan Sungmin yang berdiri didekatku. “Terimakasih. Terimakasih.”

“Ngomong-ngomong, kau tidak heran kenapa kami bisa masuk ke dalam apartemenmu?” tanya Eunhyuk sambil tersenyum lebar, matanya berkedip jenaka.

Tapi aku bingung dengan pertanyaannya. “Jelas saja Shayna membukakan pintu untuk kalian, bukan?” tanyaku balik.

Sekejap suasana menjadi tegang. Jantungku kembali berdegup kencang.

“A.. aku yang membukanya. Memasukkan beberapa angka yang kupikir pasti menjadi kode rumahmu, hyung. Lagipula kami bosan. setelah memencet bel selama 10 menit, tidak ada yang membuka pintu apartemenmu.”

Aku tidak menghiraukan penjelasan Kyuhyun, aku berjalan cepat kearah kamar Shayna dan mengetuk pintunya dengan keras. “Shayna! Buka pintunya. Lee Shayna!”

TBC

Maaf kalau ada typo.. 

Jangan lupa komen dan sarannya ya, biar semangat lanjutinnya hehe..^^

6 Comments
  • elfishyinspirit
    Posted at 14:26h, 17 June Reply

    semakin menegangkan thorr…
    tu ji hyeon pengen gue jambak sumveh, bikin kesel tu orang
    dan yesung oppa.. akhirnya bisa mengakui perasaannya juga
    tapi apa yg terjadi dengan shayna???
    next thor.. jangan lama lama yeth..
    *thor panjangin dikit dong ceritanya jebal… ㅠㅠ ^^

  • relf
    Posted at 14:53h, 17 June Reply

    Semakin seru neh. Lanjutin thor cerita ny

  • duniapipit105
    Posted at 04:04h, 18 June Reply

    semakin seru win..
    di tunggu part selanjutnya ya.. ^^

  • viana
    Posted at 06:40h, 18 June Reply

    makin seru aja nih dan yesung oppa udah beneran sadar sama perasaan nya ke syhana
    itu apa yg terjadi sama syahna?
    Di tunggu part selanjut thor

    • viana
      Posted at 06:43h, 18 June Reply

      huhh maaf salah tulis shayna maksud nya :)

  • orange
    Posted at 11:40h, 18 June Reply

    Kereen..next part please!

Post A Comment