My All is in You (Chapter 13) END

IMG_6199

10 Sep My All is in You (Chapter 13) END

Author: nha_wina

Title : My All Is In You (Chapter 13) END

Cast :

  1. Kim Jong Woon (Yesung)
  2. Lee Shayna
  3. Kim Ji Hyeon
  4. Member SJ

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-15

Length : Chapter

Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author nhawina.com

Selamat menikmati..^^ Jangan lupa komen dan sarannya ya.. 

Note: Hati2 typo bertebaran! kk..

Apartemen Yesung dan Shayna

“Jong Jin oppa.. Aku hanya ingin pulang.” Rengek Shayna pada Jong Jin yang sedang mencari minum di kulkas. Sejak di’seret’ Jong Jin untuk pulang, Shayna seakan tidak bosan mengatakan hal yang sama pada Jong Jin, namun selalu diabaikan.

“Demi Tuhan, Shayna! Sudah berapa lama rumah kalian ini tidak diisi? Hanya ada satu botol air mineral dan isinyapun hanya setengah.” Kata Jong Jin, lagi-lagi mengabaikan rengekan Shayna. “Kalian benar-benar tidak memberi tahu kami apa yang sebenarnya terjadi di dalam pernikanan kalian. Aku hanya tahu dari berita tentang kabar buruk pertamanya, setelah itu kupikir kalian akan baik-baik saja. Apa masalah kalian sebenarnya? Apakah aku benar-benar dianggap keluarga oleh kalian, huh?”

Shayna hanya terdiam mendengar keluhan Jong Jin atas sikapnya dan tentu saja sikap Yesung.

Jong Jin menarik nafas panjang, menenangkan dirinya sendiri. “Sudahlah, jangan merengek ingin pulang, Shayna. Rumahmu disini, bersama hyung. Bukan ditempat lain.” Tegas Jong Jin sambil melangkah menuju beranda, meninggalkan Shayna yang duduk di ruang tengah.

Tiga jam setengah berlalu, Jong Jin mengintip ke dalam ruangan, melihat Shayna yang masih tertidur pulas sejak 45 menit lalu. Wajah kakak iparnya terlihat sangat damai ketika tidur, tidak menunjukkan ketakutan, keresahan seperti saat terakhir kali ia bertemu dengan gadis itu di rumahnya. Jong Jin mencoba menelepon Jong Woon untuk yang kesekian kalinya, namun tidak ada jawaban. Ia ingin menghubungi teman-teman Jong Woon lainnya di Super Junior, namun ia tidak ingin mengganggu mereka selarut ini. Walaupun tentu saja teman-teman Jong Woon sudah menganggapnya adik mereka.

Tidak lama, pintu apartemen terbuka dengan cukup pelan. Jong Jin menghampiri Jong Woon yang menutup pintu dan menaruh tasnya dengan sembarang. “Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian?” tanya Jong Jin dengan suara pelan dan tanpa basa-basi.

Jong Woon menghampiri Shayna yang masih tertidur meringkuk di sofa. “Hanya kesalah pahaman.” Jawab Jong Woon singkat. Pria berambut hitam itu lebih memiih menatap istrinya lekat-lekat. Menelusuri wajah wanita yang dirindukannya selama lebih dari sebulan. Rasa rindu yang berbeda ketika Shayna berada di Indonesia. Ya, waktu itu mereka masih dapat berkomunikasi walaupun tidak bertemu, dan juga saat itu Jong Woon belum meyadari perasaan terdalamnya terhadap Shayna.

“Seperti inikah rasanya merindukan seseorang yang kau cintai? Kau tahu Jong Jin-a? Aku baru dapat bernafas lega setelah hari ini aku dapat melihatnya. Dapat merasakan sentuhannya. Dari sesak dan malas untuk melakukan apapun, sekarang tiba-tiba aku merasa aku bisa melakukan apa saja. Aku.. Ternyata selama ini karena dia, aku sanggup bertahan.” Cerocos Jong Woon meluapkan isi hatinya tanpa arah.

Jong Jin hanya dapat tersenyum mendengar celotehan Jong Woon. Ia yakin, kakaknya yang bodoh itu sudah mengetahui perasaanya yang sebenarnya, sudah sadar akan cintanya pada Shayna. “Baiklah, aku pulang. Tugasku sudah selesai bukan?” pamit Jong Jin yang dijawab dengan anggukan dan ucapan termakasih dari Jong Woon. Jong Jin pun pulang dengan hati tenang.

Jong Woon masih asyik duduk di dekat sofa tempat Shayna tertidur. Memandang Shayna yang sedang terlelap seperti ini sepertinya akan menjadi hobi barunya. Dengan lembut ia menyelipkan helaian rambut yang menghalangi sedikit wajah gadis dihadapannya ke balik telinga, lalu mengusap pipi yang sering diciumnya sejak kecil. Merasakan halusnya pipi Shayna, membuat Jong Woon tersenyum. Jong Woon meraih tubuh Shayna, menggendong tubuh mungil yang membuatnya hampir gila kemarin ini, lalu membawanya ke kamar utama, kamar dimana biasanya hanya diisi oleh Jong Woon.

Malam ini terasa beda, Jong Woon merasa bahagia dan tenang hanya dengan tidur bersisian dengan Shayna. Tidak ingin mengganggu tidur Shayna, dengan sangat pelan dan lembut ia memeluk Shayna, tersenyum puas dan ikut tertidur pulas dengan gadisnya.

Keesokan Paginya

Shayna merasakan sesuatu yang berat di atas badannya. Mata besarnya mengerjap cepat saat melihat wajah Jong Woon -dengan jarak yang sangat dekat- yang sedang tertidur dihadapannya. Shayna berusaha memindahkan tangan Jong Woon sepelan mungkin, namun pelukan namja itu malah semakin menguat. Membuat tubuh mereka saling bersentuhan.

Oppa.. Aku..”

“Aku merindukanmu, Na-ya. Sangat merindukanmu.” Gumam Jong Woon tepat ditelinga Shayna, dengan suara seraknya yang khas saat ia baru bangun, membuat wanita dalam pelukannya terdiam.

“Maaf aku terlalu bodoh untuk tidak menyadari ini semua. Maaf atas semua kesulitan yang aku buat untukmu. Maaf aku terlambat menyadari kalau aku memang sudah mencintaimu dari dulu, Na-ya. Aku..”

“Simpan semua untuk Ji Hyeon, oppa. Dia yang lebih berhak kau cintai. Karena ia yang mengandung anakmu, bukan aku.” Sahut Shayna cepat.

Jong Woon mengeratkan pelukannya, merasakan sakit yang Shayna rasakan. Bahu Shayna yang bergetar, kaos Jong Woon yang basah karena air mata Shayna, menunjukkan seberapa besar kesalahannya pada gadis cantik itu. “Ssh.. Kau benar-benar tidak melihat berita rupanya.” Kata Jong Woon sambil tersnyum, tentu saja tanpa terlihat oleh Shayna. “Baiklah, kau ingin mendengar langsung dariku, atau mau mencari sendiri diinternet, Sayangku?” tanya Jong Woon, pria itu mengendurkan pelukannya, melihat wajah Shayna yang masih berlinang air mata, menghapus air matanya dan mencium kening gadisnya dengan lembut.

“Aku ingin mendengarnya langsung daimu, oppa.” Jawab Shayna lirih setelah sebelumnya menghela nafas, mengalah, namun cukup terdengar oleh Jong Woon.

Jong Woon pun duduk, menarik Shayna untuk ikut duduk saling berhadapan. “Aku sudah bilang bukan? Kalau aku tidak pernah melakukan hal itu dengan Ji Hyeon? Bahkan dengan semua wanita yang aku kencani aku tidak pernah sampai pada tahap itu, Na-ya. Jadi bagaimana mungkin Ji Hyeon mengandung anakku?”

“Tapi.. foto itu..”

Jong Woon terkekeh, teringat gadis licik bernama Ji Hyeon dengan berani menemui Shayna saat Yesung masih di dorm SJ. “Foto itu memang benar diambil olehnya. Namun aku sungguh tidak melakukan hal sejauh itu Shayna. CCTV di kamar Ryeowook dan aku dapat membuktikan semuanya.”

Mata Shayna mengerjap menatap Jong Woon yang terlihat sangat serius. “Benarkah?”

Jong Woon mengangguk pasti. “Tentu saja. Kau bisa meminta rekamannya pada Kyuhyun kalau kau mau.”

Shayna menunduk, merasa bersalah karena meninggalkan Jong Woon begitu saja, tanpa mau bertanya dan mendengar penjelasan Jong Woon terlebih dahulu. “Malam saat aku pulang, aku mempunyai titk terang saat mengetahui bahwa ada CCTV di setiap sudut ruangan di dorm, termasuk di kamar. Yah, Kyuhyun memang mempunyai niat lain dengan memasang itu smua, namu aku juga bersyukur dengan adanya CCTV itu. Hanya saja malam itu kami mengetahui bahwa hari disaat kejadian, CCTV di kamarku rusak. Keesokan harinya, semua member datang kesini, ke apartemen kita. Mereka bilang rekaman itu ada. Aku ingin memelukmu saat itu, mengatakan kita akan baik-baik saja. Tapi.. kau sudah pergi..” kata Jong Woon panjang lebar.

Tanpa berpikir, Shayna memeluk Jong Woon dengan erat. “Maafkan aku oppa. Pagi itu, saat Ji Hyeon datang, aku sangat..”

Jong Woon mengelus kepala Shayna dengan penuh kasih sayang, memeluk gadisnya erat-erat. “Sshh.. Sudah, aku sudah tau semuanya. Yang penting sekarang kau sudah berada disini lagi, Na-ya. Yang paling penting adalah kenyataan bahwa ternyata kita sudah saling mencintai sejak lama.” Ujar Jong Woon membuat Shayna terdiam dan mengangguk.

“Dan juga.. kau tahu?”

Jong Woon merasakan gelengan dari kepala Shayna yang berada di lekukan lehernya. “Ini pertama kalinya kau memelukku sejak kau pulang. Aku merasa hidup sekarang. Hahaha..” ucapan yang tentu saja mebuat Shayna malu. “Aku mencintaimu, Lee Shayna. Sangat mencintaimu.” Bisik Jong Woon dengan sepenuh hati.

Shayna mengeratkan pelukannya dan mencium sekilas pipi Jong Woon, membuat pria itu tersenyum senang. “Nado saranghae oppa.”

Jong Woon mencium bibir Shayna, melumatnya dengan lembut dan hati-hati. “Jangan pernah tinggalkan aku lagi. Tetaplah disisiku, apapun yang terjadi.” Kata Jong Woon di sela-sela ciuman mereka, yang dijawab dengan anggukan oleh Shayna.

KKEUT..^^

bingung sebenernya endingnya mau gimana.. kkk.. tapi beginilah.. :) mungkin kalau banyak yang mau baca bonus chapter, bakal aku buat bonus chapternya.. dengan catatan byk yg like, comment (tapi bukan ‘lanjut’ atau ‘bagus’ doang ya komennya) hehe.. dan voted di wattpad..^^ klo menurut aku dikit, aku ga buat.. 😀 makasih banyak buat readers yang udah setia nungguin serial My All is in You.. Makasiiiiiihhh banget.. cz ini ff pertama aku^^ next tunggu lanjutan Song for You ya^^ 

5 Comments
  • Kim haewon
    Posted at 09:44h, 11 September Reply

    bagus kok chingu..endngnya.. dtggu part2 lainnya ya

  • Ayuu
    Posted at 19:40h, 19 September Reply

    Aaaa endingnya so sweet oenni.
    Akhirnya di post jg, saran aku mungkin kl dipanjangi lagi jd lebih bagus lagi. Tp ini udh bagus kok ?

  • wafa
    Posted at 21:14h, 21 September Reply

    wehhhh akhirnya . keren , bagus, truss apa lagi yaaa.. ahh pokok nya itu bagus lahh feel nya dapet. kasih bonus yaa thor. kalo bonus nya udah trus. lanjutin yang a song for you yaa

  • maimunita
    Posted at 09:56h, 11 October Reply

    kereeen ceritanya wiiin… Aku baru selesai baca dan ikutan hanyut nih ke dalam ceritanya.. Naaa, ditunggu yaaah yang a song for you nyaa… Momen kyuhyunnya dibanyakin doongg hehe *fans evil maknae yg satu itu

  • Yuka Asrianti
    Posted at 15:41h, 30 December Reply

    Pengen sedikit lagi dongggggg di tambahin yang endingnya di bikin sedikit “gemas” lagi wkwk. Bagusss sayang teruskan yaaaa menulisnya aku mendukungmu ! :*.

Post A Comment